Kamu Ingin Mendaki Sydney Harbour Bridge Seperti Pangeran Harry?

Sydney – Sydney Harbour Bridge merupakan salah satu ikon dari Australia. Pangeran Harry pun terekam menaikinya.

Melansir CNN, Minggu (21/10/2018), aksi Pangeran Harry ini untuk membuka gelaran Invictus Games yang memasuki tahun keempat baru-baru ini. Ia mendaki Sydney Harbour Bridge bersama sejumlah veteran dari acara tersebut.

Mengenakan kemeja hitam, Pangeran Harry menaiki tangga jembatan setinggi 134 meter itu. Cuaca cerah mengiringi pendakiannya, ia ditemani oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Invictus Games adalah pesta olahraga yang diadakan khusus untuk veteran yang terluka atau cacat. Duke of Sussex bersama istrinya, Meghan melakukan tur ke Australia menjelang dimulainya pertandingan pada hari Sabtu esok.

Sejauh ini, mereka telah mengunjungi daerah-daerah yang dilanda kekeringan di New South Wales, naik trem di Melbourne dan mengunjungi Pantai Bondi yang terkenal di dunia. Harry dan Meghan juga bertemu dengan kelompok surfer OneWave agar meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan mental.

Kamu Ingin Mendaki Sydney Harbour Bridge Seperti Pangeran Harry?

Harry dan Meghan tampak berseri-seri wajahnya saat mereka bergabung membentuk lingkaran di kegiatan Anti-Bad Vibes Circle di Bondi Beach. Kelompok ini biasa diisi oleh orang-orang menyukai yoga dan berselancar.

Menjadi bekas koloni Inggris, Ratu Elizabeth II hingga kini masih menjadi kepala negara Australia. Meski begitu ada desakan untuk mengakhiri hubungan negara itu dengan Kerajaan Inggris.

Sebuah jajak pendapat yang berlangsung pada Mei 2018 mengungkapkan bahwa 48% penduduk Australia mendukung pemisahan diri dan menjadi republik. Hanya 30% di antaranya yang mengatakan ingin mempertahankan bentuk monarki.

Kamu Ingin Mendaki Sydney Harbour Bridge Seperti Pangeran Harry?

Harry dan Meghan akan melanjutkan tur dua minggu mereka di Australia. Selanjutnya mereka akan mengunjungi Fiji dan Selandia Baru, sebelum kembali ke Australia untuk upacara penutupan pada 27 Oktober nanti.

Ini adalah pertama kalinya Invictus Games diselenggarakan di Australia, setelah sebelumnya acara di Inggris, Amerika Serikat dan Kanada. Delapan belas negara yang berbeda akan ambil bagian dalam Invictus Games 2018, termasuk Polandia untuk pertama kalinya.

Kembali ke Harbour Bridge Sydney, ada aktivitas menantang yaitu Bridge Climb Sydney alias mendaki jembatan yang melintasi Teluk Sydney tersebut. Untuk menikmati aktivitas ini, yang pasti kita harus menyiapkan kocek untuk membeli tiket.

(Andik Setiawan/d'Traveler)(Andik Setiawan/d’Traveler)

Harga tiket Bridge Climb Sydney pun berbeda dan tergantung kondisi apakah weekday, weekend, malam, siang dan pagi. Pastinya, siapkan saja kocek minimal AUD 170-an hingga 300-an atau setara dengan Rp 1,7-3,1 juta.

Tak perlu takut menikmati fasilitas ini, ada pemandu profesional yang siap mengantar Anda menuju ke puncak tertinggi jembatan ikonik tersebut. Oke, kali ini Richard akan memandu detikTravel dan jurnalis lainnya untuk membawa ke puncak jembatan.

Sebelum masuk, para peserta diberikan kertas yang intinya menyatakan kesiapan dan sehat saat menjalani aktivitas ini. Setelah itu, peserta disuruh menggunakan baju khusus dan alat memanjat lainnya.

Selfie di atas jembatan dengan ponsel? Jangan harap hal tersebut karena peserta tidak diperbolehkan membawa ponsel, kamera digital hingga action cam. Tapi jangan khawatir, sang pemandu membawakan kamera dan siap memotret kita.

(msl/aff) IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Begini Keseruan Balapan Perahu Nelayan Tradisional di Maros

Maros – Ada hal seru di Maros, Sulawesi Selatan. Maros punya balapan perahu nelayan tradisional yang jadi ajang silaturahmi warga. Yuk, intip keseruanya!

Balapan perahu nelayan yang digelar oleh warga di dermaga Bonto Bahari, Kecamatan Bontoa, Maros, Sulawesi Selatan berlangsung seru. Lebih dari 40 orang peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Maros dan juga Pangkep, beradu ketangkasan memperebutkan juara pertama dalam ajang yang digelar setiap tahunnya ini.

Tak hanya mengandalkan kekuatan mesin, para peserta juga harus piawai mengendalikan laju perahu mereka di lintasan balap yang telah ditentukan oleh panitia. Bak balapan motor dan mobil profesional, para nelayan ini saling menyalip di tikungan untuk berebut posisi pertama. Suasanapun semakin seru, saat ratusan warga bersorak memberikan dukungan.

Dalam lomba ini, panitia membagi dua kategori berdasarkan jenis perahu, yakni jenis Jolloro dan Katinting. Perahu Jolloro yang berkapasitas mesin 24 PK, memiliki lintasan balap yang lebih jauh ketimbang perahu jenis Katinting yang mesinnya hanya berkapasitas 17 PK. Dalam satu kali lomba, peserta wajib mengeliling tiga kali lintasan yang jaraknya mencapai 4 kilometer.

Selain untuk hiburan dan ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan bisa mengangkat potensi wisata yang ada di daerah pesisir Maros. Pasalnya, Maros yang juga memiliki bentangan wilayah pantai yang cukup luas, belum bisa dimanfaatkan menjadi salah satu objek wisata andalan.

Begini Keseruan Balapan Perahu Nelayan Tradisional di MarosFoto: (Moehammad Bakrie/detikTravel)

“Kegiatan ini memang baru dua kali kami adakan. Luar biasa antusias peserta dan warga. Ini bahkan ada peserta dari pulau di Pangkep yang ikut. Kami berharap ini bisa dikembangkan lagi oleh pemerintah, khususnya untuk objek wisata bahari yang saat ini kita tidak miliki. Padahal potensi kita luar biasa,” kata penanggung jawab lomba, A Syarifuddin P Esa, Sabtu (20/10/2018).

Bagi para peserta, kondisi cuaca, mesin dan juga lintasan balap yang banyak berkelok, menjadi tantangan tersendiri untuk sampai di garis finish. Tak jarang, banyak peserta yang kehilangan kendali dan keluar dari lintasan saat berusaha mendahului peserta lainnya. Bahkan, banyak juga peserta yang terpaksa tidak bisa melanjutkan lomba saat mesin mereka mati mendadak.

“Ombaknya lumayan tinggi, jadi kalau tidak hati-hati, perahu bisa terbalik. Belum lagi tikungannya tajam sekali. Banyak tadi yang tidak bisa menikung karena tajam. Ada juga yang mesinnya mati tiba-tiba. Tapi yah itu tantangannya. Sangat seru,” ujar salah seorang peserta, Anwar.

Begini Keseruan Balapan Perahu Nelayan Tradisional di MarosFoto: (Moehammad Bakrie/detikTravel)

Selain target menjadi juara, para peserta mengaku tertarik ikut lomba karena ingin memeriahkan kegiatan yang digagas oleh kelompok nelayan ini. Selama ini, mereka mengaku sulit mendapatkan ajang hiburan sekaligus silaturahmi karena kesibukan melaut yang mereka geluti setiap harinya. Mereka berharap, kegiatan ini bisa terus dilakukan setiap tahunnya.

“Jadi bukan hanya juara saja. Kami sangat senang ikut lomba ini karena sebagai hiburan juga dan bisa saling bertemu dengan banyak warga. Kami harap, suasana meriah seperti ini tidak hanya di kota saja, tapi juga bisa dilaksanakan di pesisir seperti ini. Jelas ini jadi penyemangat juga buat kami sebagai nelayan,” pungkasnya. (bnl/bnl)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Selain Melihat Ikan, Ini Keseruan Lain di Jakarta Aquarium

Jakarta – Akhir pekan memang waktu paling pas untuk berlibur bersama orang terdekat, misalnya dengan keluarga atau sahabat. Berlibur tidak harus selalu mengunjungi tempat yang jauh, bisa juga dengan berkunjung ke mall untuk mengenal kekayaan biota laut di Tanah Air seperti di Jakarta Aquarium.

Ya, Jakarta Aquarium merupakan sebuah tempat wisata edutainment (Education Entertainment) dengan berbagai koleksi biota laut dan satwa lainnya yang berlokasi di pusat perbelanjaan Neo Soho, Jakarta Barat. Selain itu, Jakarta Aquarium juga memiliki berbagai keseruan lainnya seperti berikut.

Ocean Walkway
Wahana ini dijamin bisa memberikan pengalaman yang seru sekaligus menegangkan. Pengunjung bisa berjalan begitu dekat dengan tank yang dipenuhi hiu, ikan pari, dan ikan lainnya. Berani coba?

Berenang bersama hiu

Jika Ocean Walkway masih kurang menantang, pengunjung bisa mencoba Aquatrekking dengan masuk ke dalam tank utama untuk berenang langsung bersama kumpulan hiu, ikan pari, grouper raksasa, dan hewan laut lainnya.

Bertemu putri duyung

Selain menampilkan koleksi biota laut dan hewan lainnya, Jakarta Aquarium juga memiliki pertunjukan theater yang diproduseri oleh produser ternama dari Australia, Patrick Wilson. Pertunjukan yang dinamakan Pearl of The South Sea ini bercerita tentang kisah cinta seorang ayah kepada anaknya yang dikutuk menjadi putri duyung. Putri duyung ini akan masuk dan menari bersama dengan banyak ikan di tank utama Jakarta Aquarium lho!

Selain Melihat Ikan, Ini Keseruan Lain di Jakarta AquariumFoto: Dok Jakarta Aquarium

Pertunjukan regular ini diadakan di zona Southern Sea Gallery Jakarta Aquarium setiap Selasa-Kamis pukul 13.00 WIB, Jumat pukul 15.00 WIB dan 17.00 WIB, serta Sabtu dan Minggu pukul 13.00 WIB, 15.00 WIB, dan 17.00 WIB. Para pengunjung Jakarta Aquarium bisa menyaksikan pertunjukan ini dengan membeli tiket regular maupun premium.

Menjelajah laut dengan kapal selam

Wahana yang satu ini juga menjadi salah satu alasan Jakarta Aquarium cocok untuk dikunjungi saat berlibur. Selama kurang lebih 20 menit, mini theatre yang dirancang dengan fitur 5 dimensi dan simulator kapal selam ini bakal mengajak pengunjung menjelajah dunia bawah laut. Dijamin asyik!

Bersentuhan langsung dengan satwa

Selain melihat ikan dan hewan lainnya, pengunjung juga bisa langsung menyentuh satwa yang ada di Mini Zoo seperti ular phyton, tegu, serangga, dan binturong. Ada juga zona Touch Pool untuk pengunjung yang ingin mencoba menyentuh bintang laut dan teripang.

Selain Melihat Ikan, Ini Keseruan Lain di Jakarta AquariumFoto: Dok Jakarta Aquarium

Pasti sangat seru bisa berkenalan dengan Patrick di dunia nyata apalagi saat kakinya bergerak-gerak di tangan. Sedangkan teripang yang bentuknya terlihat tajam dan tidak bersahabat ternyata halus lho!

Didukung Hi-Technology

Sesuai dengan konsep edutaiment, fitur-fitur teknologi yang ada di Jakarta Aquarium menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Saat mengeksplor Jakarta Aqurium, pengunjung bisa menggunakan berbagai electronic devices seperti tab/surface yang ada di setiap zona. Alat ini bisa menghidupkan imajinasi dan memperdalam pengetahuan tentang satwa yang ada di zona tersebut.

Kerennya lagi, Jakarta Aquarium juga menyediakan fasilitas free wifi sehingga pengunjung bisa bermain game “Quiz and Puzzle” lewat aplikasi Jakarta Aquarium yang bisa di-download di Google Play Store atau App Store. Hasil dari game tersebut bahkan bisa ditukarkan dengan souvenir dari Jakarta Aquarium. Seru banget, kan?

Makan bersama penguin

Selain Melihat Ikan, Ini Keseruan Lain di Jakarta AquariumFoto: Dok Jakarta Aquarium

Setelah lelah berkeliling, pengunjung bisa beristirahat dan menyantap hidangan laut yang nikmat di Pingoo. Bukan hanya makan, pengunjung bahkan ditemani langsung dengan penguin sub-tropis generasi ketiga yang telah berhasil di kembangbiakkan oleh Taman Safari Indonesia. Bukan hanya itu, pengunjung juga bisa memberi makan para penguin Humboldt ini. Menggemaskan ya! (ega/sna)IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Misteri Gua yang Tak Berujung di Ciamis

Ciamis – Di Ciamis, ada satu gua yang masih menjadi misteri. Konon katanya, gua ini memiliki kedalaman yang panjang hingga disebut gua tak berujung. Inilah Gua Lalay.

Di Ciamis, saat ini masih banyak tempat yang menyimpan misteri. Salah satunya gua Lalay yang masih misterius dan konon memiliki kedalaman yang panjang, sehingga disebut juga sebagai gua tak berujung.

Gua Lalay ini terletak di blok Malabar Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Lokasinya tepat di atas bukit di belakang Pondok Pesantren Nurul Hidayah.

Gua ini disebut Gua Lalay, karena dulunya di gua ini tempat bersarangnya kelelewar kecil. Saat detikTravel mencoba menelusuri gua, di pintu masuk gua yang berdiameter sekitar 2 meter, udaranya sangat sejuk.

Misteri Gua yang Tak Berujung di CiamisFoto: Pintu masuk ke gua (Dadang/detikTravel)

Saat masuk ke dalam gua, pengunjung akan disuguhkan dengan luasnya gua yang mirip kubah masjid, indah dan pemandangan eksotik. Sebelum masuk, pengunjung atau peziarah diwajibkan untuk mengumandangkan adzan terlebih dulu oleh perwakilan.

Gua itu dihiasi dengan stalaktit atau batuan yang berwarna putih memanjang dan meruncing dari atas ke bawah. Panjang stalaktit itu beraneka dari yang pendek hingga panjang dan runcing. Diduga terbentuk sudah bertahun-tahun.

Stalaktit merupakan endapan batu yang menggantung dari langit-langit gua kapur atau jenis batu tetes. Stalaktit terbentuk dari pengendapan kalsium karbonat dan mineral lainnya, yang terendapkan pada larutan air bermineral.

Di dalam ruang gua itu terdapat lubang berukuran cukup kecil yang hanya bisa dilintasi oleh satu orang dengan kedalaman sekitar 5 meter. Kemudian ada lubang lagi yang mengharuskan pengunjung gua membungkuk.

Misteri Gua yang Tak Berujung di CiamisFoto: Lorong yang konon tak berujung (Dadang/detikTravel)

Nah, lubang lorong ini diduga sangat panjang, sehingga jarang ada orang berhasil sampai ke ujung gua. Selain kondisinya gelap juga bagian lorong cukup sempit sehingga menyebabkan orang yang mencoba menelusuri gua memaksa kembali lagi.

Konon menurut cerita, ada yang menyebut bila sampai ke ujung gua ini akan sampai ke Tanah Suci. Namun ada juga cerita di ujung gua ini akan sampai ke sumber air atau laut. Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menembus gua itu. gua ini diyakini juga sebagai salah satu tempat petilasan Syekh Subakir.

Keberadaannya belum diketahui masyarakat luas. Padahal gua ini memiliki keindahan alami yang berpotensi untuk dijadikan salah satu destinasi wisata.

Suhada, warga setempat, yang juga pemilik lahan di gua itu bercerita saat masih muda pernah penasaran mencoba menjelejah gua itu, untuk mengetahui panjang lorong gua. Namun, meski sudah berjalan kaki hampir seharian ia belum sampai ke ujung gua.

“Sudah habis beberapa obor untuk penerang, tetapi belum sampai ke ujung gua. Karena sudah capek jadi memutuskan kembali keluar,” ujar Suhada kepada detikTravel, Kamis (18/10/2018).

Misteri Gua yang Tak Berujung di CiamisFoto: Banyak wisatawan yang ke gua ini (Dadang/detikTravel)

Kata dia, beberapa pengunjung dari berbagai daerah sempat ada yang datang, namun belum pernah ada yang berhasil ke ujung gua.

“Menurut cerita kata orang tua dulu. Katanya pernah ada orang sholeh yang berhasil sampai ke ujung gua. Konon katanya langsung tembus ke Tanah Suci Mekkah. Tapi itu hanya cerita,” terangnya.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Cici Handritin mengatakan menurutnya gua ini sempat disinggahi oleh Syekh Subakir yang merupakan guru dari Syekh Abdul Muhyi.

“Suka ada yang ke sini berziarah berdoa di sini. gua ini sering dipakai berdoa. Yang jelas di gua ini jangan digunakan untuk kemusyrikan karena bila itu terjadi maka gua akan langsung runtuh,” katanya. (wsw/wsw)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Makam Loang Baloq di Lombok dan Kisah Unik Para Peziarahnya

Mataram – Tradisi ziarah Makam Loang Baloq di Lombok memang cukup unik. Ada berbagai kisah menarik dari para peziarah terkait dengan tradisi ini. Apa saja?

Di Makam Loang Baloq yang terletak di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Mataram , Lombok, para peziarah kerap mengikat akar pohon beringin yang menggantung di sana sebagai pertanda ia sedang bernazar.

Ketika apa yang diniatkannya itu terkabulkan, pada kesempatan berikutnya para peziarah akan datang kembali dan membuka ikatan tali plastik yang telah diikat sebelumnya saat ia bernazar. Tradisi ini disebut sebagai Saur Sesangi.

“Kebiasaan mengikat akar beringin itu pernah kami larang, karena mengganggu kenyamanan, kelihatannya kurang bersih. Tapi ndak bisa, memang sudah menjadi kebiasaan peziarah dari dulu,” tutur Safri (50) juru kunci Makam Loang Baloq kepada detikTravel, beberapa waktu lalu.

Apabila nazar para peziarah dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, mereka akan datang kembali bersama keluarga dan tetangganya untuk menggelar zikir dan doa di areal makam.

(Harianto/detikTravel)(Harianto/detikTravel) Foto: undefined

Sehabis berdoa mereka biasanya makan bersama dari makanan yang dibawanya dan telah dipersiapkan dari rumah. Hal itu sebagai pertanda syukur atas doa dan permintaan yang telah dikabulkan.

Doa yang dipanjatkan para peziarah kepada Tuhan bermacam-macam. Tergantung apa yang diniatkan. Ada yang meminta kesembuhan penyakit, dipermudah dapat jodoh dan rezeki. Tapi ada juga yang meminta ilmu kesaktian, serta minta dipermudah meraih jabatan politik.

“Ada yang minta jabatan, dinaikkan pangkatnya. Ada yang bertapa, mintanya macam-macam. Kalau beruntung, ada yang dapat benda pusaka seperti keris,” ungkap Safri.

Menurut cerita Safri, banyak peziarah yang khusus datang saat malam tertentu. Mereka berdoa mengaharapkan sesuatu, sesuai permintaan yang diniatkannya. Tapi bagi yang niatnya kurang baik, lanjut Safri, banyak juga yang celaka.

Pernah suatu ketika ada yang datang bertapa sambil membakar dupa. Selang beberapa menit kemudian pertapa tersebut keluar dari dalam ruang makam Syeikh Gaus Abdurrazak sambil teriak seperti orang yang mengalami kesakitan.

(Harianto/detikTravel)(Harianto/detikTravel) Foto: undefined

Dari cerita para penjaga makam sebelum Safri bekerja di sana, para penjaga yang rajin menjaga kebersihan lingkungan areal makam seringkali diberikan rezeki tak terduga. Kadang rezeki itu dari para peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Di catatan buku tamu yang berkunjung ke Makam Loang Baloq, detiktravel sempat melihat daftar nama dan alamat pengunjung banyak yang datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Bahkan ada yang datang dari mancanegara, seperti Malaysia dan Timur Tengah.

Sebelum terjadi bencana gempa bumi Lombok
, rombongan peziarah bisa mencapai 5-10 bus wisata yang parkir di luar area makam. Apalagi jika traveler datang ke tempat ini menjelang keberangkatan ibadah haji, para pengunjung hilir mudik bergantian masuk ke areal makam.

Pengelola makam tak memberlakukan tiket masuk, tapi hanya menyediakan kotak amal seikhlasnya untuk biaya perawatan objek wisata makam Loang Baloq.

Selain berwisata religi ke tempat ini, di depan areal makam, seberang jalan lingkar selatan terdapat taman di tepi pantai untuk wisata keluarga. Banyak warung-warung kecil berjejer di tepi trotoar jalan menawarkan kopi, menu makanan ringan dan kuliner ikan bakar.

(wsw/fay)

Hii.. Museum di India Ini Simpan Ratusan Otak Manusia

Bangalore – Traveling ke India, jangan kaget kalau masuk museum satu ini. Karena isinya bukan benda bersejarah, melainkan ratusan otak manusia dan organ lainnya. Hii..

Brain Museum, begitulah nama museum ini. Museum unik ini menampilkan ratusan jenis otak manusia. Museum ini terletak di dalam komplek National Institue of Mental Health and Neuro Science (NIMHANS) di Bangalore, India.

Diintip detikTravel dari situs resminya, Selasa (16/10/2018), museum ini baru dibuka untuk umum beberapa waktu yang lalu. Traveler bisa melihat, bahkan memegang langsung otak manusia dan organ lainnya yang sudah diawetkan.

Ada total 600 display otak yang sudah diawetkan di museum ini. Masing-masing spesimen berasal dari pasien yang menderita kelainan pada otak atau penyakit yang berhubungan dengan kesehatan jiwa/mental.

Traveler bisa memegang otak yang sudah diawetkan (dok. NIMHANS)Traveler bisa memegang otak yang sudah diawetkan (dok. NIMHANS)

Di museum ini ditampilkan contoh otak dari penderita alzheimer. Ada juga otak penderita schizofernia, Parkinson, dan kelainan lainnya. Setiap spesimen diberi label penyakit atau kelainan apa yang dimiliki dari si otak tersebut.

Otak-otak di museum ini memang berasal dari pasien-pasien yang mendonasikan tubuhnya demi ilmu pengetahuan selepas meninggal dunia. Tak sekedar untuk pajangan, spesimen otak yang ada di sini benar-benar dipelajari oleh para peneliti NIMHANS.

Selain otak, museum ini juga menampilkan aneka organ tubuh lainnya. Organ tersebut seperti paru-paru, pankreas, jantung, hati, dan kerangka manusia yang masih utuh.

Organ-organ tersebut berasal dari pasien yang menderita penyakit serius sebelum meninggal. Sebut saja paru-paru dari pasien perokok berat, pankreas dari penderita diabetes dan banyak lagi lainnya.

Paru-paru perokok berat (dok. NIMHANS)Paru-paru perokok berat (dok. NIMHANS)

Penanggung Jawab Brain Museum, DR S.K Shankar menyebut dibuatnya museum ini sebagai sarana edukasi, sekaligus mengeliminasi anggapan orang awam bahwa penyakit yang berhubungan dengan otak dan kesehatan mental biasanya disebabkan oleh roh jahat.

Shankar ingin menepis anggapan ini dan mengedukasi masyarakat bahwa penyakit tersebut bisa dijelaskan secara medis, bukan mistis. “Kami mmelakukan demistifikasi. Kami ingin menghapus ide itu,” terang Shankar.

Traveler yang berkunjung ke museum ini dijamin akan mendapatkan pengalaman berharga sekali seumur hidup, sekaligus belajar hal baru terkait otak manusia. Di India, Museum Otak ini adalah yang pertama dan satu-satunya di sana.

Traveler berani berkunjung ke sini? (rdy/rdy)

Meninggal Penuh Gaya di Ghana

Accra – Bagi sebagian masyarakat di Afrika, meninggal bukan cuma perkara mengubur jenazah. Di Ghana, bentuk peti matinya dimodifikasi jadi unik.

Umumnya bentuk peti jenazah berbentuk persegi panjang dan berlaku universal di mana pun. Namun, tidak begitu di Kota Accra di Ghana.

Berawal dari kebiasaan masyarakatnya yang memakamkan seseorang mengikuti profesinya dahulu, sebuah toko peti jenazah bernama Kane Kwei Coffins memulai sebuah inisiatif berbeda di tahun 1940.


Dilihat detikTravel dari situs Facebooknya, Senin (15/10/2018), mereka membuat sebuah peti mati dengan nama Abebuu Adekai yang berarti peti makna dalam bahasa setempat.

Toko peti jenazah Kane Kwei Coffins sebagai pelopor (Abdelhak Senna/AFP/Getty Images) Toko peti jenazah Kane Kwei Coffins sebagai pelopor (Abdelhak Senna/AFP/Getty Images)

Secara teknis, Kane Kwei Coffins membuat bentuk peti mati berdasarkan keinginan kliennya. Bentuknya pun sangat bervariasi, mengikuti profesi, keinginan hingga personifikasi seseorang semasa hidup.

Misalnya saja, seorang penulis menghendaki sebuah peti mati berbentuk pulpen atau seorang fotografer yang menginginkan peti berbentuk kamera. Ya, semua bisa dibuat oleh Kane Kwei Coffins.

Kane Kwei sang inisiator pun telah tiada. Namun, usahanya diteruskan oleh salah satu keturunannya yang bernama Eric Adjetey Anang. Selain Kane Kwei Coffins, tak sedikit juga pemilik toko jenazah yang ikut-ikutan menyediakan jasa pembuatan peti mati aneka bentuk.

Meninggal Penuh Gaya di GhanaBentuknya disesuaikan dengan keinginan mendiang (Stefan Heunis/AFP/Getty Images)

Bagi masyarakat Ghana, roh leluhur yang telah tiada dipercaya berperan penting dalam kehidupan orang yang masih hidup. Oleh sebab itu, pemakaman jadi hal yang penting.

Dari segi waktu, pembuatan peti mati kreatif ini butuh setidaknya beberapa minggu untuk selesai. Harganya berkisar sekitar USD 1.000 atau Rp 15 juta.

Entah bagaimana ceritanya, tapi hal tersebut sudah berlangsung sejak lama dan masih dipertahankan hingga sekarang. Pembuatan peti mati itu pun dinilai sebagai bentuk penghormatan terakhir, kepada orang yang telah meninggal.

Ketika proses penguburan, peti matinya akan diarak keliling kota. Berbagai upacara adat turut digelar, bertujuan untuk mendoakan sang jenazah. Bagi traveler yang sedang berada di Kota Accra, ini bisa jadi tontonan sekaligus momen untuk mengenal kehidupan masyarakatnya lebih dekat. (sna/fay)

Oasis yang Cantik Ini Bukan di Timur Tengah

Ica – Biasanya, suatu oasis berlokasi di Timur Tengah atau Afrika yang terkenal padang pasirnya. Namun, oasis ini ada di Amerika Selatan.

Dihimpun detikTravel, Minggu (14/10/2018), nama oasisnya Huacachina dan berada di tengah gundukan gurun pasir ini ada di Peru. Oasis ini jadi salah satu destinasi wisata andalan di negara itu.

Berlokasi 8 kilometer dari Kota Ica di Peru Selatan. Oasis ini telah lama jadi destinasi pilihan bagi para traveler mewah di sekeliling Peru. Mereka sengaja berlibur di sini dan menginap di vila atau resort yang ada di sana.


Oasis yang cukup besar ini juga menjadi rumah bagi sekitar 100 penduduk yang seluruh kehidupannya bergantung pada sektor pariwisata. Jika ingin santai, traveler yang melancong ke sini bisa menikmati pemandangan danau dan pepohonan hijau dari vila atau resor.

Oasis yang Cantik Ini Bukan di Timur TengahFoto: Bermain pasir di Huacachina (iStock)

Sedangkan para backpacker menjadikan oasis ini tempat untuk bermain sandboarding. Bukit pasir yang mengelilingi Huacachina sangat seru untuk dijadikan arena untuk bermain sandboarding. Tak heran banyak traveler dari seluruh dunia yang penasaran dan datang untuk mencoba permainan yang satu itu.

Oasis ini sudah didatangi wisatawan sejak tahun 1950. Awalnya, destinasi ini hanya didatangi wisatawan kaya saja. Namun, seiring berkembangnya waktu, makin banyak penginapan yang harganya bersahabat dengan kantong, sehingga segala jenis traveler pun mendatangi tempat ini.

Walau kecil dan hanya dikelilingi oleh deretan bukit dan padang pasir, nama kota Ica yang berada di daratan Peru ternyata cukup menonjol dan menjadi salah satu destinasi favorit bagi para wisatawan dunia.

Oasis yang Cantik Ini Bukan di Timur TengahFoto: Menikmati oase dengan kapal (iStock)

Iklimnya yang hangat serta pemandangan cakrawalanya yang menawan membuat tempat ini sangat asyik untuk dikunjungi, apalagi ada Huacachina, sebuah oase gurun pasir yang menakjubkan.

Kabarnya, oase yang berhiaskan bukit pasir, kebun palem dan pohon Huarango ini juga dikenal memiliki pasir ajaib yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Keunikan Huacachina pertama kali ditemukan oleh seorang paramedis berkebangsaan Italia, Angela Perotti, di penghujung abad ke-19.

Setelah mengetahui keampuhan pasirnya dalam menyembuhkan penyakit kulit dan rematik, La Huacachina kemudian disulap menjadi sebuah oase berpenghuni hingga akhirnya ditetapkan menjadi salah satu tujuan wisata oleh pemerintah Peru.

Kini, di danau oasis Huacachina ada kapal-kapal yang disewakan bagi para traveler. Jadi traveler tak hanya menikmati air dan pohon juga pasir saja. Tertarik datang ke sana? (wsw/aff)

Mengenal Negara Terhijau Sedunia

Thimphu – Segar banget bila traveler plesir ke negara ini. Sebabnya, 70 persen kawasannya adalah hutan dan negatif gas karbon. Negara apakah itu?

Melansir CNN Travel, Sabtu (13/10/2018), adalah negara Bhutan. Negara kecil dapat mengajarkan kepada dunia bagaimana mengelola zat karbon.

Terletak di ketinggian Himalaya Timur, Bhutan adalah salah satu negara paling hijau di dunia. Negara ini kebalikan dari banyak negara yang berjuang untuk mengurangi emisi karbon mereka, Kerajaan Bhutan sudah negatif karbon negatif.


Terjepit antara Cina dan India, Bhutan membentang sekitar 23.818 kilometer persegi. Hutannya amat luas karena mencakup sekitar 70% dari total luasan wilayah negara dan inilah yang bertindak sebagai penyerap karbon alami, penyerap karbon dioksida.

Dalam bentuk angka, bangsa yang berpenduduk sekitar 750.000 orang ini menghilangkan hampir tiga kali lipat CO2 yang dihasilkannya. Kemampuan Bhutan untuk menjadi penyerap karbon itu adalah hutan.

Kebanyakan orang Bhutan bekerja di bidang pertanian atau kehutanan yang berarti mengurangi 2,5 juta ton CO2 setiap tahun. Luksemburg, misalnya, dengan populasi yang lebih kecil, memancarkan empat kali lebih banyak.

Mengenal Negara Terhijau SeduniaFoto: PLTA di Bhutan (CNN Travel)

Ada negara-negara lain di dunia yang negatif karbon, negara ini juga memiliki hutan dan belum berkembang. Namun di Bhutan, ada faktor lain yang berperan.

Selama 46 tahun terakhir, pemerintah Bhutan memilih untuk mengukur kemajuan bukan melalui produk domestik bruto (PDB) tetapi melalui ‘Kebahagiaan Nasional Bruto’. Ukuran ini sangat menekankan pada perlindungan lingkungan alam yang kaya di negara itu.

“Bhutan adalah satu-satunya negara di dunia yang oleh konstitusinya sendiri melindungi hutannya,” jelas Juergen Nagler, dari Program Pembangunan PBB di Bhutan.

Perlindungan lingkungan ditulis dalam konstitusi, yang menyatakan bahwa minimal 60% dari total lahan hutan Bhutan harus dipertahankan. Negara ini bahkan melarang ekspor kayu pada tahun 1999.

Terlebih lagi, hampir semua listrik negara berasal dari tenaga air. Bahkan, Bhutan menghasilkan begitu banyak pembangkit listrik tenaga air yang dijualnya ke negara-negara tetangga, yang diklaim oleh Bhutan menyisihkan 4,4 juta ton emisi CO2 tahunan.

Mengenal Negara Terhijau SeduniaFoto: Orang Bhutan sangat menghargai alam (Bhutan Tourism/CNN Travel)

Bhutan menyebut bahwa pada tahun 2025, peningkatan ekspor hidroelektrik akan membuat negaranya setara menghilangkan hingga 22,4 juta ton CO2 per tahun di wilayah tersebut. Menjelang KTT COP21 2015 di Paris, Bhutan berjanji bahwa emisi gas rumah kaca tidak akan melebihi karbon yang diserap oleh hutannya.

Meskipun proyeksi menunjukkan emisinya hampir dua kali lipat pada tahun 2040, negara ini akan tetap menjadi negara negatif karbon jika mempertahankan tingkat luasan hutan saat ini. Negatif karbon sangat penting bagi orang Bhutan karena masyarakatnya memiliki kesadaran lingkungan yang sangat tinggi dan menghargai keharmonisan dengan alam.

Bhutan berada di jalur pembangunan hijau dan rendah karbon dengan inisiatif pemerintah untuk menjadikan pertanian negara itu 100% organik pada 2020 dan terbebas dari sampah pada tahun 2030.

Bhutan bahkan membatasi jumlah pengunjung yang masuk ke negara itu dengan biaya harian USD 250 per orang (setara Rp 3,8 juta kini) untuk memastikan lingkungannya tidak terlalu banyak pengunjung.

Meski Bhutan ikut membantu dalam perang melawan perubahan iklim, negara itu sangat rentan terhadap dampaknya. Bhutan melaporkan bahwa hutannya terkena dampak hujan berlebih yang mengakibatkan seringnya banjir, tanah longsor, dan di masa depan, sektor tenaga airnya dapat terganggu parah oleh mencairnya gletser di Himalaya.

Sedang Indonesia yang berada di daerah khatulistiwa dengan luasan hutan yang beribu kali lipat dari Bhutan, mestinya bisa berbuat lebih bukan? Bukan begitu traveler? (wsw/aff)

Purwokerto Rasa Musim Semi di Jepang, Bagaimana Ya?

Purwokerto – Pepohonan dengan bunga cantik ala sakura biasanya ada di Jepang. Jangan salah, di Purwokerto juga ada. Ke sana yuk, akhir pekan ini.

Bunga Tabebuya (Tabebuia chrysotricha) yang berada di Jalan Jenderal Soedirman, Kota Purwokerto, Banyumas mekar menguning. Mekarnya bunga asal Brasil itu menambah cantik suasana Kota Satria, seakan berada di Jepang dengan musim semi bunga Sakura.

“Bunganya bagus dan cantik, mekar menguning, serasa di Jepang,” kata Saras, warga Purwokerto yang tengah mengabadikan cantiknya bunga Tabebuya, Jumat (12/10/2018).


Pohon peneduh ditanam di sepanjang kanan dan kiri jalan utama di Kota Purwokerto tersebut ditanam sebagai tanaman penghias. Bunga cantik berwarna kuning dipadu dengan daun yang hijau mekar di saat musim kemarau.

Purwokerto Rasa Musim Semi di Jepang, Bagaimana Ya?Foto: Pohon rindang dengan bunga yang cantik (Arbi/detikTravel)

Sementara menurut Kabid Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Banyumas, Ngadimin mengatakan jika bunga tabebuya mulai mekar dan menampakkan keindahannya sejak beberapa hari yang lalu. Pohon tersebut berbunga saat musim kemarau.

“Bunga itu berbunga waktu musim kemarau dan ada disepanjang jalan Jenderal Soedirman dan Jalan Gerilya. Dulu belinya di Jakarta,” ucap Ngadimin.

Purwokerto Rasa Musim Semi di Jepang, Bagaimana Ya?Foto: Letaknya berada di jalan jenderal sudirman (Arbi/detikTravel)

Karena keindahannya, bunga tabebuya juga sempat viral di media sosial karena aksi para muda mudi yang berfoto selfie mengabadikan keindahan bunga di jalan Jenderal Soedirman. Para netizen menyebutnya Sakura di Purwokerto mekar menguning.

Mereka biasanya banyak berburu foto saat sore hari, menjelang matahari hendak menutup sinarnya. Bahkan banyak diantara para netizen yang tidak tahu lokasi pohon tersebut, meskipun hampir setiap hari mereka lewati. (wsw/fay)

Mitos dan Ritual Batu Berbunyi Kendang di Ciamis

Ciamis – Ciamis punya banyak tempat menarik untuk diulik. Punya ritual dan cerita mistis, inilah batu unik yang bisa keluarkan bunyi kendang di Ciamis.

Situs Budaya Batu Panjang di Desa Cibeureum, Sukamantri, Kabupaten Ciamis, merupakan salah satu tempat yang dianggap peninggalan pada zaman prasejarah. Namun juga memiliki cerita mitos yang cukup kental melekat di masyarakat sampai sekarang.

Dari ratusan batu yang ada, ada sebuah batu yang tumpukan dan susunannya mirip seperti sebuah kendang, sehingga disebut sebagai batu kendang. Sehingga ada beberapa wisatawan yang datang ke sana dengan maksud agar dilancarkan sebagai penabuh kendang ataupun menjadi sindeng. Sehingga banyak disukai oleh penonton.

“Ada yang datang kesini seperti yang mau lancar pinter main kendang, atau jadi sinden, ritualnya hanya berdoa saja ditempat ini. Tapi berdoa bukan sama batu, tapi sama yang maha kuasa, gusti yang maha suci,” jelas Juru Kunci Situs Budaya Batu Panjang Sahidi (65) saat ditemui di lokasi Rabu (10/10/2018) kemarin.

Mitos dan Ritual Batu Berbunyi Kendang di CiamisFoto: (Dadang Hermansyah/detikTravel)

Bahkan menurut Sahidi, pada malam hari saat suasana sepi sewaktu-waktu sering terdengar bunyi gamelan yang sedang dimainkan, berasal dari batu itu. Namun saat dihampiri ke lokasi hamparan batu panjang ini suara itu malah menghilang. Namun ketika beberapa saat ditinggalkan, suara ini seperti terdengar lagi.

“Ada juga yang sengaja sering tidur di sini, berdoa di sekitar batu panjang ini pada malam hari, juga sering mendengar suara seperti gamelan yang dimainkan, tapi suaranya itu seperti dari kejauhan,” kata Sahidi.

Mitos dan Ritual Batu Berbunyi Kendang di CiamisFoto: (Dadang Hermansyah/detikTravel)

Menurut Sahidi, berdasarkan cerita orang tuanya dulu, batu panjang ini juga menjadi tempat petilasan pada jaman kerajaan. Sebagai salah satu tempat peristirahatan.

Konon, bila berdoa di situs batu ini dan melakukan ritual tertentu dengan merentangkan kedua tangan pada baru panjang, maka rezekinya dan usahanya akan lancar. Namun berdoa hanya kepada sang pencipta, ditempat batu itu hanya salah satu perantara saja.

“Kalau mau lancar rezeki, membukur batu panjang tiga kali sambil berdoa. Kalau tiga kali ukurannya pas maka insya alloh rezeki mengalir, tapi kalau ukuran tidak sesuai maka belum. Abah hanya mengingatkan berdoa tetap sama Allah, jangan memohon sama yang lain,” pungkasnya. (wsw/aff)